oleh

Waketum PRIMA : Tax Amnesty Jilid II , Bukti Kas Negara Lagi “Kosong Melompong”

Wakil Ketua Umum DPP Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menanggapi wacana pemerintah untuk kembali melaksanakan Tax Amnesty jilid II.

“Sejatinyakan Tax Amnesty ini pengampunan terhadap kriminal pajak. Orang kaya yang harusnya bayar pajak sesuai dengan aturan, tapi oleh Tax Amnesty diberi kelonggaran. Padahal sifat pungutan pajak itu memaksa, tak ada toleransi. Nah, ini negara mau ngasi lagi ampunan jilid II. Logikanya negara seolah mau berunding sama maling, kata Alif.

Baca Juga  Dihadapan Para Media Siber Indonesia, Amran Sulaiman Bicara Soal Optimisme Membangun Negeri

Sebelumnya dalam satu kesempatan Menko Perekonomian mengatakan Presiden Jokowi akan melaksanakan Tax Amnesty Jilid II yang akan dimasukan dalam revisi UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) & Tata Cara Perpajakan. Dalam revisi itu ada poin soal pengampunan pajak atau Tax Amnesty.

Alif Kamal menilai, apa yang akan dilaksanakan oleh pemerintah ini sungguh menciderai rasa keadilan masyarakat bawah.

Baca Juga  BPKN RI Apresiasi Upaya Wamendag Buka Ruang Perdagangan Cryptocurrency

“Bayangin coba. Disaat yang sama, pemerintah memberlakukan aturan pungutan pajak terkait transaksi antar bank. Kita ngecek saldo kita di bank lain dikenakan biaya Rp 2.500 & tarik tunai dipajakin Rp. 5000. Prinsip keadilan oleh pemerintah ke rakyatnya ini mana kalau aturannya seperti ini, “ kata Alif.

Alif menduga bisa jadi apa yang akan dilaksanakan oleh pemerintah ini untuk menutupi kas negara yang sekarang sepertinya kosong melompong.

Baca Juga  UID-GTG Salurkan 2000 Ton Oksigen Cair

“Sudahlah, mending pemerintah ini jujur aja kalau kas negara sudah habis dan tidak bisa berbuat banyak. Mending jujur aja sama rakyatnya, bahwa kami sudah tidak mampu menjalankan pemerintahan,” pungkas Alif. (**)

News Feed